Senin, 22 Februari 2016

Becakap Vagina Si Kombur sama Si Lotup Bah!

SUKAIKU - Ini kisah si Kombur dan si Lotup,  kisah berkombur yang tak berujung pangkal.

Silotup :”Kombur…komburrr dimanalah kau, ada yang paten mau kukasih tau sama kau ni”

Sikombur :”Ada apalah kau Tup ribot kali muncongmu pun…aku disinilah !”

Silotup : Adalah yang paten ni, kalau dulu heboh Ratu Ekstasi sekarang ada pulalah Ratu Vagina”

Sikombur :”Kalau soal vagina semangat kalilah kau, tapi kok kau bilanglah pulak ratu vagina, kenapa pulaklah dia itu ?”

Silotup :”Ha…biar kujelaskan ya”

Sikombur :”Macam dokter kandungan pulak kau mau menjelaskan soal vagina”

Silotup :”Bah aku bukanlah dokter tapi kubacalah beritanya dia orang asing dari Thailand namanya Tipan Prakusa ketangkap bawa sabu di Bandara Kualanamu”

Sikombur :”Ha ! Apalah pulak kau hubungkannya sama vagina, memang otak kaulah ni aseeek setumpok aja…!”

Silotup :”Busetlah kau Mbur ! Belom selesai lagi aku jelaskan sudah kau potong!”

Sikombur :”Oooohh…ha becakaplah-becakaplah lagi tak kupotonglah, paling istrimulah yang potong!”

Silotup :”Bah apa hubungannya sama istriku…gila kau!”

Sikombur :”He he he kan kalau asik kau pikirkan aja vagina wanita lain dipotonglah anumu sama istrimu hi..hi..hi !”

Silotup :”Setanlah kau Mbur tah hapa-hapa, jadi kulanjut ga ni ceritanya?”

Sikombur :”Lanjutlah…lanjooot gitu aja kau senang eh…marah he..he!”

Silotup :”Jadi hubungannya sama vagina disembunyikanya pulak itu sabu-sabu di vaginanya bukan sikit setengah kilo, patenkan!”

Sikombur :”Haaaaaa setengah kilo divagina !!!! Kok bisaaa ????”

Silotup :”Tekejut kaukan…tekejut kaukan…paten infokukan !”

Sikombur :”Ia tapi aku mikir berarti sudah pernah kawin sama raksasa kali kawan tu !!!! Bisa setengah kilo masuk”

Silotup :”Bussssett he..he..he betol juga kau ya ha…ha..ha !”

Sikombur :”Tapi bodoh dia kenapa ga ganja aja yang disembunyikan dia disitu”

Silotup :”Loh memang kalau ganja pasti gak ketahuan ya ?”

Sikombur :”Ya…agak sulitkan nantinya petugas membedakan antara semak rumput ganja sama somaknya rumputnya ya kan!”

Silotup :”Haaaaaaa !?!?!? (Pusiiiiiing)

(Kuterbitkan di sikomburmalotup.wordpress)

PLN Sakit yang Sakiti Rakyat

SUKAIKU - Wajah mereka cemberut. Sinar itu kembali padam. Bibir-bibir itu mengumpat. Sipenyalur sinar bernama PLN itu sedang sakit. Entah sakit jiwa atau sakit sombong monopoli, mungkin.

Lembaran rekening pembayaran sinar itu tergantung dipaku dinding. Tampak sia-sia. Tak telat bayar. Tak nunggak bayar. Sinar itu 3 jam sehari bahkan terkadang lebih, bagai menjauh menghilang. 
Sakit terasa saat sinar itu menggelayut dilampu rumah tetangga. Sementara dirumah mereka gelap.

“PLN kita sakit ya ?” Tanya bocah di antara remang kegelapan malam kepada orang tuanya. Orang tuanya tak menjawab. Makin terasa sepi karena selimut kegelapan. Lilin diatas meja mulai meredup. Remang kegelapan semakin membuat kuduk ikut meremang. Bocah itu memeluk erat orang tuanya.

Satu jam berlalu,hawa kegelapan mulai terasa panas. Koran bekaspun jadi kipas. Si orang tua mulai geram. Dia mulai tak tahan menahan gejolak dihati.

“Dasar PLN sakit-sakit, ga punya otak da taunya mereka kalau anakku mau belajar !”teriakan keluhan itu terdengar ke dinding-dinding rumah tetangganya.

Tetangganya yang kehilangan sinar ikut teriak. “Setan itu PLN aku gak pernah telat bayar listrik tapi begini balasannya !”Teriakan mereka yang kehilangan sinar dimalam itu mulai bersahut-sahutan.
Sementara sitetangga lain yang masih bersinar rumahnya hanya tersenyum. Kemudian senyum itu menghilang saat giliran rumahnya tiga jam kemudian kehilangan sinar.

Bulan demi bulan berlalu, janji-janjipun juga berlalu. PLN tetap sakit dan menganggap mereka yang butuh sinar hanya angin lalu.

(Kuterbitkan di siarsyair.blogdetik)

Tulisan Awal Tentang Bingung dan Sepi

SUKAIKU - Minggu pagi ini bingung.Kantong sepertinya berdengung. 

Perutpun bunyi layaknya kentung.Hanya bisa diam termenung.

Lihat ayam tetangga udah kayak ayam penyet.
Dipandangi terus yang punyapun merepet. 

Otakpun sudah menjerit laksana terompet.
Lapar kadang bikin orang jadi copet.

Mendingan nonton tivi. Biar tebayang wajah si vivi.
Apalagi ditemani kopi. Tapi ternyata tetap aja sepi. 

(Karya ku di siarsyair.blogdetik)